Badak Indonesia Merupakan Hewan Purba yang Perlu di Lestarikan


Gambar woolly rhinoceros (sumber : www.earth.com)


Badak merupakan hewan purba yang telah ada sejak zaman prasejarah. Hewan ini telah hidup di bumi selama jutaan tahun lalu dan telah mengalami sedikit perubahan dalam evolusi. Badak berbulu (woolly rhinoceros) adalah mamalia herbivora besar yang berkeliaran di padang stepa raksasa di eurasia utara dan tengah selama zaman es. Hewan ini dicirikan dengan bulu tebal dan lebat disekujur tubuhnya yang membantu satwa ini bertahan hidup di iklim dingin. Hewan ini memiliki dua tanduk besar di moncongnya, dengan tanduk depan mencapai panjang hingga tiga kaki. Badak berbulu (woolly rhinoceros) memiliki tubuh yang kekar, kaki pendek, dan punuk di bahunya yang terbentuk dari lapisan lemak tebal yang memberikan isolasi dan cadangan energi.

Badak berbulu (woolly rhinoceros) hidup di padang rumput terbuka dan tundra, memakan rumput, semak, dan vegetasi lainnya. Hewan ini beradaptasi dengan baik terhadap lingkungannya, menggunakan tanduknya untuk membersihkan salju dan mengakses tanaman di bawahnya. Badak berbulu (woolly rhinoceros) ini hidup berdampingan dengan raksasa zaman es lainnya seperti mammoth dan kucing bergigi pedang, hingga kepunahannya sekitar 10.000 tahun yang lalu. 

Badak sumatra (Dicerorhinus sumatrensis) adalah salah satu hewan yang mirip dengan woolly rhinoceros karena memiliki ciri khas berbulu, dengan rambut pendek dan kaku yang berwarna cokelat kemerahan. Bulu ini membantu badak sumatera dalam menjaga suhu tubuh dan melindungi kulit dari gigitan serangga. Badak sumatera telah ada sejak zaman prasejarah dan memiliki karakteristik yang mirip dengan badak yang hidup pada zaman es (woolly rhinoceros), seperti ukuran tubuh yang besar, kulit tebal, dan cula yang tajam. 

Badak Indonesia hidup di habitat yang mirip dengan habitat badak pada zaman prasejarah, yaitu pada hutan hujan tropis dan padang rumput. Fosil badak yang ditemukan di Indonesia menunjukkan bahwa badak telah ada sejak zaman Pleistosen, sekitar 1,8 juta tahun yang lalu. Badak Indonesia telah mengalami evolusi yang lambat, sehingga mereka masih memiliki banyak kesamaan dengan badak yang hidup pada zaman prasejarah. 
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan Badak Sumatra (Dicerorhinus sumatrensisadalah dua spesies badak yang berbeda, meskipun keduanya sama-sama langka dan terancam punah. Ukuran tubuh badak jawa lebih besar, dengan berat badan sekitar 1.700-2.300 kg dan panjang sekitar 3-3,5 meter. Sementara ukuran tubuh badak sumatra lebih kecil, dengan berat badan sekitar 600-1.000 kg dan panjang sekitar 2-2,5 meter. Badak jawa hanya memiliki satu cula yang relatif pendek dan tebal. Sementara badak sumatra memiliki dua cula, dengan cula depan yang lebih panjang dan cula belakang yang lebih pendek. Badak jawa kulitnya lebih tebal dan kasar, dengan lipatan kulit yang lebih dalam. Sementara badak sumatra kulitnya lebih tipis dan halus, dengan lipatan kulit yang lebih sedikit. Badak jawa hanya ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa, Indonesia. Sementara badak sumatra dapat ditemukan di beberapa lokasi di Sumatra (Taman Nasional Way Kambas, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dan Taman Nasional Gunung Leuser) dan sebagian Kalimantan.

Kedua spesies badak ini sangat langka dan terancam punah, sehingga upaya konservasi sangat penting untuk melindungi kedua jenis hewan tersebut. Konservasi badak di Indonesia merupakan upaya untuk melindungi dan melestarikan populasi badak jawa dan badak sumatera yang terancam punah melalui beberapa kegiatan, seperti:
  • Penangkaran: Penangkaran badak Jawa dan Sumatera untuk meningkatkan populasi dan mengurangi tekanan pada populasi liar;
  • Perlindungan Habitat: Perlindungan habitat badak Jawa dan Sumatera untuk menjaga kualitas dan kuantitas habitat;
  • Pengawasan: Pengawasan populasi badak Jawa dan Sumatera untuk memantau kesehatan dan keamanan populasi; dan
  • Pendidikan: Pendidikan masyarakat tentang pentingnya konservasi badak Jawa dan Sumatera.

Namun, tentunya akan ada tantangan dalam menjalankan program konservasi untuk melindungi kedua spesies Badak Indonesia ini, diantaranya adalah : Perburuan liar; Kehilangan habitat; Fragmentasi populasi; dan Kurangnya sumber daya dan Pendanaan.

Konservasi Badak Indonesia merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan upaya kolaborasi antara Pemerintah, Organisasi, dan Masyarakat untuk menjaga populasi badak jawa dan badak sumatera sebagai bagian dari keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan kehidupan di Bumi. Dengan upaya konservasi yang berkelanjutan dan kolaborasi antara Pemerintah, Organisasi, dan Masyarakat, diharapkan populasi badak jawa dan badak sumatera yang disebut sebagai hewan purba karena memiliki sejarah yang panjang dan karakteristik yang mirip dengan badak yang hidup pada zaman prasejarah (woolly rhinoceros) dapat tetap lestari dan meningkat populasinya di Indonesia. 



Kota Agung, 6 Januari 2026
sumber : www.earth.com dan lainnya






 

Nano Sudarno

www.nanosudarno.blogspot.com